Daeng Rosanda
Blog Universitas Komputer Indonesia
Featured Blog
Featured

Mengexport Database Ms Access ke MySQL dengan menggunakan ODBC Connector

Mengexport Database Ms Access ke MySQL dengan menggunakan ODBC Connector
Pendahuluan
 
Perbedaan platform DBMS saat ini seperti jurang saja. Dengan "egois" para developer-developer DBMS membuat salah satu fitur kekhususan untuk perangkat pasangannya masing-masing, sebut saja salah satunya adalah PHP dengan MySQL. PHP dan MySQL sudah tidak bisa dilepaskan lagi bak sepasang sepatu. Namun, bagaimana halnya dengan DBMS yang lain? tentu saja sama. Seperti contoh MS Access digunakan oleh Visual Studio atau edisi terdahulunya Visual Basic. DBMS buatan Microsoft ini sangatlah fleksibel jika digunakan dengan pasangan khususnya (Visual Basic). Fleksibel disini artinya bahwa tidak ada kendala lagi Visual Basic menggunakan database Ms Access sebagai database platformnya jika penerapannya sesuai dengan prosedur yang ada. Lain halnya jika platform yang lain ingin menggunakan Ms Access, tentu saja akan ada kendala yang muncul, meskipun koneksi telah terbentuk sesuai prosedur. Maka dari itu dibutuhkan siasat khusus supaya sistem berjalan dengan baik. Siasat ini tidak lain adalah mengeksport atau transfer data dari DBMS yang bukan pasangannya kepada DBMS yang cocok. Memang secara logika simpel, bak semudah copy-paste. Namun, dalam langkah tersebut perlulah ditinjau berbagai aspek yang kiranya berkaitan dengan proses export itu sendiri.
 
Sekilas Tinjauan
 
Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa jika PHP ingin menggunakan database Ms Access sebagai platformnya, ada dua cara diantaranya adalah 
1. Menggunakan secara fisik database Ms Access.
2. Tetap menggunakan MySQL sebagai platform database tapi data yang di Ms Acces ditransfer kedalam MySQL.
 
Dari dua poin tersebut kalau dibaca memang lebih simpel poin nomor satu jika dibandingkan poin nomor dua, namun jika memilih nomor satu pasti ada kendala dikarenakan PHP memang tidak dibuat menggunakan platform Ms Access sebagai databasenya, meskipun PHP pun mendukung ODBC[1]. Oleh karena itu, nomor 2 merupakan solusi terbaik setelah melalui pertimbangan diatas.
 
Pembahasan
 
Sebelum melakukan export dari Ms Access ke MySQL ada baiknya kita melengkapi berbagai persyaratan yang dibutuhkan antara lain adalah sebagai berikut:
 
1. Database Ms Access.
2. MySQL server. Bagi yang sudah ahli bisa menggunakan command line interface dari mysql bin. Jika yang tidak mau pusing, bisa juga menggunakan MySQL server lengkap dengan PhpMyAdmin sebagai platform interfacenya atau menggunakan Bundle Server seperti Wamp atau XAMPP.
3.  MySQL ODBC Connector yang kompatibel dengan versi mysql server anda. ODBC connector bisa didapatkan di http://www.mysql.com/products/connector/ pilihlah ODBC Connector kemudian download connectornya.
4. Sebuah database khusus MySQL baru lengkap dengan hak akses penuh. Bisa juga menggunakan root, namun sangat tidak recommended[2]. Jika persyaratan diatas telah terpenuhi, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan file Ms Access.
 
Mempersiapkan File Ms Access yang akan diekspor.
Pastikan File Ms Access bisa dibuka atau digunakan atau dengan kata lain valid. Hal ini bisa dibuktikan dengan membuka secara langsung file Ms Access. Jika bisa dibuka, maka filenya valid. File Ms Access biasanya berekstensi accdb atau mdf.
 
1
Gambar 1. Memilih file Ms Access.
 
1
Gambar 2. File Ms Access Valid dan bisa dibuka.
 
Membuat database beserta user baru*
Langkah selanjutnya adalah membuat database beserta user di MySQL. Pastikan MySQL Server aktif dan berjalan dengan lancar. Disini membuat user beserta database dengan menggunakan PhpMyAdmin.
 
Pertama-tama buka web browser, kemudian buka alamat server PhpMyAdminnya. Setelah terbuka, masuk sebagai root terlebih dahulu. Kemudian masuk ke tab privileges, kemudian pilih add new user. Setelah itu lengkapi form-nya, kolom isian username diasumsikan disini diisi dengan nama "orang", untuk host bisa diisi dengan localhost atau anyhost (%), untuk password terserah anda jika mau menginputkan password atau tidak, jika ingin dilengkapi dengan password, sementara isi password sama dengan username, untuk mencegah misconfiguration ketika menggunakan konektor. Kemudian pada fieldset database for user, ada tiga pilihan yaitu noneCreate database with same name and grant all privileges, dan Grant all privileges on wildcard name (username\_%). pilihlah poin yang nomor 2 supaya nama databasenya sama dengan nama user serta user tersebut memiliki hak akses penuh terhadap databasenya. Kemudian tekan tombol create user maka pembuatan database selesai dan akan muncul di user overview. Setelah itu logout phpmyadmin dan masuk sebagai user yang baru dibuat tadi. Jika bisa masuk, maka tahap ini selesai dan berlanjut ke tahap selanjutnya yaitu menginstal MySQL ODBC Connector.
 
1
Gambar 3. Masuk ke PhpMyAdmin sebagai root untuk pembuatan database dan user baru.
 
1
Gambar 4. Memilih tab Privileges untuk menambah user baru.
 
1
Gambar 5. Form Add new user dari PhpMyAdmin seteah memilih menu add new user dari tab Privileges.
 
Menginstal MySQL ODBC Connector
Cari dan temukan file connector, kemudian dobel klik, setelah itu akan muncul tampilan wisaya pemasangan konektor MySQL. Kemudian tekan next dan setelah itu akan ada tampilan poperti selanjutnya, kemudian next lagi sampai ada tombol finish, maka instalasi connector telah selesai.
Jika connector telah terinstal, maka selanjutnya adalah membuat MySQL ODBC Connector di ODBC Data Source Administrator.
 
1
Gambar 6. Buka file installer MySQL ODBC Conector.
 
1
Gambar 7. Tampilan instalasi MySQL ODBC Connector.
 
 
Membuat Data Source
Langkah awalnya yaitu buka Control Panel kemudian pilih menu Administrative Tools selanjutnya buka Data Source (ODBC) maka tampilan ODBC Data Source Administrator akan muncul. Kemudian tekan tombol Add akan muncul daftar konektor-konektor, pilihlah MySQL ODBC Driver kemudian tekan Finish. Setelah itu akan muncul tampilan form konektor MySQL ODBC kemudian lengkapi form tersebut sama dengan konfigurasi yang sebelumnya dibuat dalam pembuatan database MySQL. Setelah diisi lengkap, tekan tombol test kemudian status koneksi akan muncul. Jika ada error, silakan cek ulang konfigurasi MySQL, apakah sudah sama atau belum. Jika masih terjadi error, bisa kembali pada langkah pembuatan database dan user MySQL. Jika hasil test koneksi sukses, pilihlah database yang sebelumnya dibuat. Dalam menu dropdown, secara default akan ada dua tabel yaitu information schema dengan database yang kita buat sebelumnya, pilihlah database yang kita buat, kemudian tekan Ok, dengan segera konektor data source yang dibuat akan muncul dalam daftar Data Source Administrator. Kemudian tekan Ok lagi untuk menutup tampilan Data Source Administrator. Langkah terakhir adalah mengekspor database dari Ms Access.
 
1
Gambar 8. Masuk ke kontrol panel.
 
1
Gambar 9. Pilih Administrative Tool.
 
1
Gambar 10. Buka Data Source ODBC.
 
1
Gambar 11. ODBC Data Source Administrator.
 
1
Gambar 12. Tampilan Create New Data Source setelah mengklik add di tampilan ODBC Data Source Administrator, kemudian pilih MySQL ODBC Driver dan tekan tombol Finish.
 
 
1
Gambar 13. Form MySQL ODBC Connector, setelah dilengkapi kemudian tekan tombol Test, jika berhasil maka akan tampak seperti dalam gambar.
 
1
Gambar 14. Memilih database MySQL yang akan digunakan setelah hasil test koneksi sukses kemudian tekan tombol Ok.
 
1
Gambar 15. Data Source baru telah ditambahkan, tekan tombol Ok untuk menambahkan.
 
Mengekspor database dari Ms Access
Cari dan temukan file yang akan dieksport, kemudian buka file-nya maka akan tampil isi dari databasenya pada navigation pane. Pada panel tersebut klik kanan nama tabel nya, kemudian pilih export, kemudian pilih ODBC Database maka akan muncul tampilan ekspor. Isi kolom export to dengan nama tabel yang anda inginkan kemudian tekan tombol Ok. Setelah itu, akan muncul tampilan Select Data Source pilihlah tab machine data source, kemudian tekan ok. Setelah itu akan muncul tampilan Export ODBC berisi Successfully exported kemudian tekan tombol Close untuk menutup tampilan tersebut. Selesai sudah tahap export database dari Ms Acces ke MySQL.
 
1
Gambar 16. File database Ms Access telah dibuka ole Ms Access.
 
1
Gambar 17. Klik kanan pada nama database, kemudian pilih menu export, selanjutnya ODBC Database.
 
1
Gambar 18. Memilih nama tabel baru yang akan digunakan sebagai tempat ekspor pada database MySQL.
 
1
Gambar 19. Pilih datasource yang telah dibuat sebelumnya, kemudian tekan tombol Ok, maka proses ekspor selesai.
 
Pemeriksaan hasil export
Untuk memeriksa hasil export buka PhpMyAdmin web browser. Masuk sebagai user yang sebelumnya dikonfigurasi kemudian pilih database dipanel navigasi, maka akan muncul tabel yang sebelumnya telah terekspor dengan baik.
 
1
Gambar 20. Database yang diekspor dari Ms Access telah masuk kedalam MySQL
 
 
Kenapa harus ekspor?
Adakalanya disaat mendevelop suatu sistem dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, mau tidak mau harus menggunakan MySQL meskipun kemampuan PHP dalam ODBC sudah tersedia[1]. Tapi, kita harus telaah kembali bahwa pada dasarnya PHP merupakan bahasa pemrograman disisi server[3], maka dari itu yang mempunyai peranan penting disini adalah servernya itu sendiri. Karena kebanyakan server hosting untuk PHP dan MySQL menggunakan varian Linux sebagai OS nya, mau tidak mau harus menggunakan PHP dan MySQL.
 
Known Issue
Sementara ini known issue yang ada, adalah known issue saya alami. Dan untuk referensi lain belum ada. Berikut adalah kekurangan dari ekspor Ms Access ke MySQL melalui ODBC.
1. Tipe data.
Dari tipe data ini biasanya ada yang tidak sama, maka semua tipe data dari Access dipaksa sebagai varchar ketika masuk kedalam MySQL.
2. Relasi
Relasi database ketika diexport tidak disertakan. Maka harus membuat relasi ulang.
Untuk known issue yang lain, bisa didiskusikan disini.
 
Software Lain untuk Export
Ada banyak software lain yang lebih bagus untuk mengekspor database Ms Access kepada MySQL salah satunya adalah MyAccess[4].
 
Daftar Pustaka
 
 
Sumber Gambar
hasil Screenshot.
 
Download sumber pendukung
2. orang.accdb untuk tester http://www.mediafire.com/?24b6bdiiej6onwt
 
 
Catatan
Tampilan dari screenshot mungkin saja berbeda, namun secara garis besar langkah-langkahnya sama.
* Untuk penggunaan user baru di PhpMyAdmin, memang opsional. Sebenarnya untuk penggunaan root saja koneksi sudah bisa, asalkan konfigurasi antar root di phpmyadmin dan di konektor ODBC sama. Hanya saja, apabila root hak aksesnya terlalu global sehingga dalam hal ini, jika database terjadi perubahan, maka akan mengakibatkan MySQL tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Dampak lebih jauhnya lagi, jika user root sampai terdrop. Maka membutuhkan waktu yang lebih banyak lagi.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 09 November 11 - 14:27 WIB
Dalam Kategori : EXPORT, IMPORT, MS ACCESS, 2007, MYSQL, DATABASE, ODBC, PHPMYADMIN, MDB
Dibaca sebanyak : 14963 Kali
Rating : 1 Bagus, 0 Jelek
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback